Cerita Rakyat – Asal Munculnya Pohon Padi

0
388
cerita rakyat
Lokasi pesawahan desa citepus palabuhanratu

Indonesia merupakan negara yang kaya dengan sejarah dan cerita rakyat yang unik, salah satunya adalah cerita tentang munculnya pohon padi. Cerita ini bermula dari kisah pengorbanan Dewi Sri Pohaci Long Kancana untuk mendapatkan Cihaya. Cihaya merupakan salah satu kebutuhan hidup manusia yang belum terpenuhi pada saat itu.

Pada zaman dahulu ada seseorang bernama Sunan Ibu sedang bersama dengan Dewi Sri Pohaci Long Kancana dalam sebuah taman indah bernama “Taman Surga Loka”. Kala itu sang Sunan ibu menceritakan pada Dewi Sri bahwa ada salah satu tempat di bumi yang belum memiliki Cihaya. Dengan demikian, Sunan Ibu memerintahkan Dewi Sri untuk mencari Cihaya di Negri Buana Panca Tengah. Kisah perjalanan dari Dewi Sri itulah akhirnya muncul cerita tentang pohon padi ini.

Perjalanan Dewi Sri untuk mendapatkan Cihaya
Dewi Sri segera menjalankan amanah yang diberikan oleh Sunan Ibu. Akan tetapi Dewi Sri meminta agar Eyang Prabu Guruminda untuk menemani perjalanannya. Sunan Ibu pun menyetujui permintaan Dewi Sri. Dan sebelum memulai perjalanan mencari Cihaya Eyang Prabu Guruminda bersemedi untuk memohon petunjuk dari Hiang Dewanata.

Setelah bersemedi dan memperoleh petunjuk kemudian Eyang Prabu Guruminda dengan kesaktiannya mengubah bentuk Dewi Sri menjadi sebuah telur. Lalu setelah semua persiapan sudah siap Dewi Sri dan Eyang Prabu Guruminda memulai perjalanan menuju Buana Panca Tengah untuk mencari Cihaya.

Wujud Dewi Sri Berubah Menjadi Telur
Eyang Prabu menyimpan wujud Dewi Sri yang berubah sebagai telur dalam sebuah tempat yang bernama “Cupu Gilang Kencana”. Dan pada suatu ketika Cupu Gilang Kencana itu terbuka saat Prabu Guruminda terbang ke setiap penjuru utara-selatan-barat-timur.

Hingga terjatuhlah telur yang ada didalamnya. Telur itu terjatuh ke bumi tempat Dewa Anta bersemayam. Mengetahui hal itu Dewa Anta pun berkeinginan untuk memelihara dan menyimpan telur itu hingga menetas.

Setelah beberapa lama Dewa Anta memelihara telur itu, tibalah saatnya telur itu menetas dan lahirlah seorang putri yang sangat cantik. Seiring berjalannya waktu putri cantik ini menjadi dewasa dan berita tentang paras cantiknya pun tersiar ke seluruh pelosok negri.

Raja-raja kerajaan berdatangan dengan maksud untuk meminang sang putri yang tidak lain adalah Dewi Sri. Namun Dewi Sri merasa tidak nyaman dengan banyaknya lamaran yang datang kepadanya. Karena jika ia menerima salah satu pinangan itu maka ia telah mengingkari tugasnya kepada Sunan Ibu untuk mencari Cihaya.

Dewi Sri telah berusaha menyampaikan maksud kedatangannya kepada para raja. Yang mana maksud kedatangannya adalah untuk menganuggerahkan Cihaya bukan untuk mencari seorang suami.

Namun pinangan yang datang kepada Dewi Sri tidak kunjung pudar hingga sang Dewi Sri pun menderita dan jatuh sakit. Kian hari kondisinya semakin memburuk, hingga Dewi Sri meninggalkan pesan sebelum ia meninggal.

Dewi Sri mengatakan jika waktunya ia meninggal dan disemayamkan maka akan banyak keanehan-keanehan yang akan terjadi pada pusaran Dewi Sri. Tak lama setelah pesan terakhir itu terucap oleh Dewi Sri, ia pun meninggal dunia. Dan benar saja banyak keanehan yang mulai terjadi pada pusara Dewi Sri tempat ia dimakamkan.

Keanehan Pasca Meninggalnya Dewi Sri
Pada suatu hari ada seorang kakek-nenek yang sedang mencari kayu bakar dan bahan makanan. Kemudian kakek dan nenek itu mendapati sebuah pusara dengan aneka ragam tumbuhan pada seluruh bagiannya.

Kakek dan nenek itu merasa asing dengan tumbuh-tumbuhan yang ada pada pusara tersebut. mereka belum pernah menjumpai tumbuhan semacam itu sebelumnya. Dan dari sekian banyak macam tumbuhan yang tumbuh pada pusara tersebut ada satu macam tumbuhan yang menyita perhatian kakek dan nenek.

Tumbuhan itu berbentuk sangat indah dengan serangkaian daun yang menjuntai, buah yang masih hijau, dan berbulu indah. Melihat keelokan tumbuhan itu, sang kakek dan nenek pun berniat untuk memelihara tumbuhan tersebut.

Dengan penuh kesabaran dan ketelatenan kakek dan nenek itu merawat tumbuhan itu dengan penuh kasih sayang. Hari demi hari warna buah yang tadinya hijau kini sudah mulai terisi dan mulai menguning.

Asal Muasal Munculnya Pohon Padi
Buah yang sudah menguning itu kini semakin merunduk karena beratnya. Hingga tiba saatnya buah dari tumbuhan itu terisi penuh dan siap untuk dipetik. Sebelum memanen hasil buah tersebut kakek dan nenek mencicipi salah satu buah yang sudah masak.

Buah itu berwarna putih dan terasa manis. Lalu kakek dan nenek pun melakukan ritual untuk memohon izin kepada Sang Hyang Widi. Atas kehendak dari sang Maha Kuasa maka ditebaslah tumbuhan itu.

Ketika tumbuhan itu ditebas maka terkejutlah kakek dan nenek dengan cairan bening dan harum dari tumbuhan itu.Tanpa ada penyesalan dari keduanya lalu tumbuhan itu kembali ditanam pada pusara Dewi Sri. Dan dalam sekejap tumbuhan itu tumbuh dan buahnya sudah menguning pula.

Kakek dan nenek menjadi bingung dengan kejadian aneh itu sehingga mereka memperoleh hasil yang sangat melimpah pula dari sana. Bulir-bulir buah itupun terkumpul banyak sekali dari setangkai tumbuhan. Keduanya pun masih terheran-heran karena mereka pun juga belum tau apa nama yang cocok untuk tumbuhan itu.

Hingga akhirnya sang kakek dan nenek yang sedang kebingungan itu memberikan nama “Pare” (padi) yang berasal dari bahasa Sunda “Paparelean”. Dalam bahasa Sunda “Paparelean” mempunyai makna sukar untuk memilih keputusan. Kini pohon padi itu tumbuh subur pada tanah Sunda yang mana adalah Negara Buana Panca Tengah.

Masyarakt Hidup Tentram
Cita-cita Dewi Sri Pohaci Long Kancana pun telah terwujud untuk menganugerahkan Cihaya yang mana adalah tumbuhan padi tersebut. Orang-orang pun hidup tentram dan damai tanpa harus mengkhawatirkan kebutuhannya dengan adanya tumbuhan padi. Dan sang Dewi Sri kini juga terkenal sebagai Dewi Padi.

Demikian adalah sebuah cerita tentang munculnya pohon padi yang hingga saat ini pohon padi menjadi salah satu lambang Negara Indonesia dalam Pancasila. Pohon padi nampaknya menjadi pohon yang sangat penting bagi bangsa. Cerita asal usul pohon padi ini membuktikan benar adanya pohon padi sebagai Cihaya atau salah satu kebutuhan hidup di Indonesia.

Dulu pohon padi hanya bisa tumbuh pada lahan kering saja. Namun kini padi bisa tumbuh subur pada sebagian besar wilayah Indonesia. Sebenarnya ada banyak bahan makanan dan sumber karbohidrat untuk dijadikan sebagai makanan pokok. Seperti umbi-umbian, jagung, ketela dan masih banyak lagi.

Namun, padi masih sangat tetap populer sebagai makanan pokok warga Indonesia hingga saat ini. Manfaat padi juga sangat beragam, salah satunya adalah sebagai sumber energi karena padi mengandung karbohidrat yang cukup tinggi. Oleh sebab itu, keberadaan pohon padi menjadi sangat berpengaruh dan penting di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here