Kampung Adat Kasepuhan Ciptagelar Pesona Budaya Indonesia

0
659
Ciptagelar
Suasana acara Seren tahun di ciptagelar

Kampung adat Ciptagelar berada di wilayah perbatasan antara provinsi Jawa barat dan Banten. wilayah kampung adat ini berlokasi di bawah kaki gunung halimun. Kampung adat kasepuhan Ciptagelar itulah namanya, arti kasepuhan yang berasal dari bahasa Sunda yang maknanya “dituakan”. Wilayah kasepuhan ini tersebar di dua batas provinsi. hingga saat ini kampung gede (pusat kasepuhan) telah beberapa kali mengalami proses perpindahan. perpindahan ini merupakan tradisi yang harus di jalankan atas dasar wangsit atau perintah dari karuhun (leluhur).

Tersebar di beberapa banyak desa dan merupakan bagian dari adat kesatuan Banten kidul, yang mana di wilayah Banten kidul masih terdapat wilayah kasepuhan yang lainnya seperti, kasepuhan Sinarresmi, kasepuhan ci sungsang, kasepuhan Cisitu, kasepuhan Ci carucub, kasepuhan Ciptamulya, kasepuhan citorek, dan lain sebagainya.

Kampung Ciptagelar masih memegang erat kelestarian budaya dan berpegang teguh pada adat istiadat leluhur yang di wariskan secara turun temurun dan menjalankan sistem bertani secara tradisional yang sampai saat ini masih di jalankan. seperti, kegiatan ngasek, kegiatan mipit, kegiatan nganyaran, dan mengadakan upacara adat panen padi yang sering di sebut Seren Taun atau serah tahun.

Kesenian di kampung adat Ciptagelar yang hingga sampai ini masih bisa lihat diantaranya seperti : angklung, jipeng, buhun dan lain lain. Yang mana kesenian-kesenian tersebut bisa kita nikmati pada setiap acara yang di adakan oleh masyarakat kampung adat Ciptagelar, khususnya pada acara hajatan atau Seren Taun.

Kampung adat Ciptagelar berada di desa sirnaresmi, kecamatan Cisolok, kabupaten Sukabumi provinsi Jawa barat. Berada di atas permukaan laut dengan ketinggian 900 sampai 1100 meter. Medan jalan yang harus di tempuh untuk bisa sampai ke lokasi ini memang lumayan jauh, dengan akses jalan yang melewati perbukitan dan hutan. dengan Medan jalan yang harus di hadapi seperti menanjak dan menurun, dengan kondisi jalan yang masih banyaknya batu-batuan yang lumayan terjal.

Kampung ciptagelar di pimpin oleh Abah kasepuhan yang bernama Abah Ugi, yang mana sosok Abah kasepuh sangat di hormati oleh masyarakat kampung adat, dan Abah kasepuhan di percayai merupakan sosok pemimpin yang bisa memimpin keberlangsungan menjaga adat tradisi dan budaya di lingkungan masyarakat nya. tidak adanya listrik dari PLN di kampung ini, wilayah adat kampung Ciptagelar menggunakan Turbin sebagai arus listrik yang di pergunakan dalam kesehariannya.

Dalam masalah teknologi kampung Ciptagelar tidak tertinggal, Yang mana setiap rumah disini ada yang memiliki televisi sebagai sarana informasi dan hiburan. bahkan di kampung Ciptagelar sudah memiliki stasiun televisi sendiri yang bernama CigaTV, yang berlokasi di Imah gede (rumah besar). untuk alat informasi seperti jaringan seluler atau Hp, sebagian besar warga disini hanya menggunakan Wifi. yang mana sinyal atau jaringan Wifi tersebut sudah tersebar ke penjuru pelosok wilayah kampung adat.

Rumah warga kampung adat Ciptagelar sangat khas dan unik, rumah panggung ini berbahan dari alam, yang mana konstruksi bangunannya hanya menggunakan bahan dari kayu, bambu, bilik dan beratapkan dari daun hateup atau daun kirai di tambah lagi atasnya menggunakan injuk. kontruksi bangunan seperti ini merupakan salah satu adat kasepuhan yang harus di lestarikan dan tidak boleh di langgar bagi warga yang tempat tinggalnya berada di kawasan pusat kasepuhan Imah gede.

Ciptagelar
Inilah Leuit atau lumbung padi di kampung adat ciptagelar

Hal yang tidak boleh di langgar yang lainnya adalah dalam mengelola pertanian. menanam dan memanen harus di lakukan satu kali dalam setahun. meskipun begitu di kampung adat kasepuhan Ciptagelar hasil panen setiap tahunnya selalu melimpah dan bahkan warga di kampung adat ini tidak akan pernah kekurangan stok padi, warga di kampung adat Ciptagelar menyimpan padi-padi nya pada sebuah tempat yang bernama leuit atau di sebut juga lumbung padi. Kualitas padi yang tersimpan pada leuit bisa bertahan hingga puluhan tahun.

Mengadakan syukuran panen padi, acara syukuran tersebut di adakan setelah masyarakat kampung adat Ciptagelar selesai memanen. Yang mana syukuran ini sangat di tunggu-tunggu baik oleh warga kampung adat sendiri, maupun warga dari luar kampung adat. Karena acara seperti ini sangat menarik banyak unsur kesenian dan tradisi yang akan di pertontonkan pada acaranya berlangsung. dan acara syukuran seperti ini bisa dikatakan sangat meriah, dan bisa berlangsung selama satu minggu.

Dan untuk temen-temen yang ingin melihat atau datang langsung ke acara Seren tahun kasepuhan ciptagelar, kegiatan upacara adat ini terbuka untuk umum. yang mana banyak para pengunjung datang jauh jauh hari sebelum pagelaran inti upacara adatnya di mulai, karena di kampung adat ini khususnya di Imah gede sudah tersedia fasilitas untuk menginap bagi para pengunjung yang datang dari mana-mana dan tentunya itu semua gratis alias tidak di pungut biaya. mungkin cukup sampai disini sedikit penjelasan tentang kampung adat Ciptagelar. dan semoga teman-teman kapan kapan bisa berkunjung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here